Pages

Kamis, 03 November 2016

Fenomena Wajah Tampan Kandidat Pilkada DKI Jakarta


Ada hal yang menarik dari Pilkada DKI 2017 ini, bukan dari segi politiknya tapi dari sisi lain yakni dari segi fisik para kandidat. Tidak bisa dipungkiri, Pilkada DKI periode 2017 ini diikuti oleh pria-pria tampan, baik menurut versi ibu-ibu maupun remaja putri.

Wajah memang bukan jaminan dia akan menjadi pemimpin yang bagus atau tidak, tapi tak ayal sedikit banyak faktor wajah ini juga berpengaruh dalam  masa-masa kampanye seperti ini karena tak jarang calon pemilih, terutama dari kalangan para Ibu Rumah tangga yang memilih calon berdasarkan wajahnya.

Sebut saja pada pemilu 2004 silam, tatkala Pak SBY dan Ibu Mega sedang berebut kursi kekuasaan, suara dari kalangan para kaum wanita dikuasai oleh Pak SBY yang sedang ganteng-gantengnya kala itu. Selain faktor wajah, tubuh tegapnya pun menjadi daya tarik tersendiri di mata perempuan.

 Pilkada DKI periode 2017-2022 kali ini kasusnya sedikit berbeda, kalau dulu Pak SBY tidak punya saingan, beda dengan Pilkada DKI ini yang sebagian besar bahkan bisa dibilang semua calonnya punya sisi ketampanan dan kegagahannya masing-masing, kecuali Ibu Sylvi tentunya.





Kandidat Calon Gubernur no urut satu, Agus Harimurti Yudhoyono. Selain paling muda, dia juga disebut-sebut sebagai Calon Gubernur DKI yang paling ‘ganteng’. Tak hanya kegantengannya saja, faktor “Anaknya SBY” juga sedikit berpengaruh. Banyak wanita yang dulu ngefans sama Ayahnya sekarang banting setir menjadi fans Agus yang seperti reinkarnasi dari Pak SBY muda.

Selain mempunyai wajah yang rupawan bak pemain sinetron kejar tayang, Agus juga memiliki perawakan yang idaman wanita banget. Punggung lurus yang seolah-olah gak pernah bengkok kecuali lagi ruku tersebut juga menjadi daya tarik tersendiri di mata para wanita, perempuan, gadis, bahkan janda sekalipun.



Selanjutnya ada Sandiaga Uno, si ganteng kalem yang memiliki senyuman manis semanis gula jawa. Pembawaanya yang murah senyum dan hidung mancungnya tentu saja menjadi suatu kolaborasi yang menarik di mata para kaum haum hawa. Sikapnya yang tenang dan terkesan cool juga bisa membuat para mamah tua maupun mamah muda gemas. Selain wajahnya yang menarik, setahu saya parfum beliau juga harum sekali, dijamin betah berlama-lama deh kalau ada di samping beliau.



Berikutnya, di urutan nomor tiga ada Anies Baswedan yang juga calon Gubernur yang mengusung Sandiaga Uno sebagai wakilnya. Meskipun usianya sudah tak semuda Agus lagi, tapi sisa-sisa kegantengannya di masa lalu masih tersisa sampai sekarang. Badannya yang tinggi besar dan tegap, hidung mancungya yang membuatnya sekilas tampak seperti aktor Bollywood tentu membuat para wanita bisa histeris ketika dihampiri oleh beliau. Selain penampilannya yang menarik tersebut, suara beliau yang lemah lembut juga bisa membuat telinga para kaum hawa terlena seperti dibuai lagu nina bobo.



Kemudian ada Calon Gubernur petahana, yakni Ahok. Sosoknya yang terkenal tegas dan suka ceplas ceplos tersebut ternyata ada sisi positifnya juga. Perempuan biasanya suka dengan pria tipe seperti ini daripada pria yang jaim dan bicara seperlunya saja. Walaupuan Ahok sendiri pernah mengatakan kalau dia kalah ganteng dari lawannya, Agus dan Anies tapi Calon Gubernur nomor urut dua ini juga mempunyai barisan wanita pendukung garis kerasnya. Mereka bahkan menamai diri mereka sebagai Gadis Ahok.



Yang terakhir adalah Djarot Saiful Hidayat. Walaupun Djarot tak setampan kandidat yang lain, tapi lihatlah kumis tebalnya. Kumis beliau bisa membuat kaum wanita klepek-klepek.

Pada masa kampanye seperti sekarang ini, para kandidat berubah menjadi sosok yang tenarnya melebihi artis ibu kota. Ketika bertemu dimana saja, warga ingin photo bersama mereka. Mungkin ada kultur baru dimana pernah berphoto bersama kandidat kampanye tersbut adalah merupakan sebuah kebanggaan tersendiri.

Sebenarnya sah-sah saja menjatuhkan pilihan berdasarkan faktor wajah, karena bagaimanapun juga akan menjadi kebanggaan tersendiri untuk warganya ketika pemimpinnya berpenampilan menarik. Tapi percuma juga kalau penampilannya menarik tapi kepemimpinnya tidak baik. Jadi, segeralah tentukan pilihan anda dari sekarang, jangan sampai golput karena suara kita bisa menentukan masa depan pemerintahan di negeri demokrasi ini.


Nb: photo-photo diambil dari google

Read more...

Minggu, 16 Oktober 2016

Gak Sengaja Nyemplung Jadi Reporter

Berhubung banyak yang nanya "gimana ceritanya kok bisa jadi reporter?" Jadi mari kita ceritakan sedikit ceritanya, siapa tau bisa jadi motivasi.
Hari itu, minggu 02 Oktober 2016 sekitar abis isya lagi mager banget gak ada kerjaan cuma rebahan aja di kasur sambil baca-baca berita di internet (emang udah hobi baca berita dari dulu, sih) lalu gak sengaja nemu info lowongan kerja yang diposting oleh merdeka[dot]com.

Wow jadi reporter ! Mimpi aku banget itu jadi reporter, karena dalam pikiran aku kerjaannya tuh enak bisa jalan-jalan kesana kemari, bisa masuk ke tempat-tempat yang belum tentu bisa (boleh) dikunjungi masyarakat pada umumnya, bisa ketemu orang-orang penting (waktu itu yang ada dalam pikiranku adalah ketemu para pemain bola, hehe ) ya pokoknya yang enak-enaknya ajalah yang terbersit dalam pikiran saat itu.
Kemudian dengan modal nekat dan sedikit keisengan, dikirim aja itu lamaran via e-mail. Gak terlalu besar harapan untuk keterima, jangan mikirin diterima mikirin dipanggil buat test aja gak kepikiran orang gak punya dasar dan basic ke-jurnalis-an sedikitpun. Bayangin aja SMK jurusan Tekhnik Komputer dan Jaringan lalu kuliah jurusan Pendidikan Matematika. Cuma modal cuma-cuma aja iseng ngirim lamaran lewat e-mail dan basic hobi 'nulis' dan hobi 'banyak ngomong alias cerewet kalau kata orang' wussss terkirimlah lamaran yang dipenuhi ke-pesimis-an itu.

Besoknya, senin 03 Oktober pukul 13.22 ketika lagi mau nyalain TV hendak nonton Thapki di salah satu stasiun TV, tiba-tiba ada telfon masuk dari kode area Jakarta (posisi saat itu masih di Tasik) diangkatlah telfon itu dengan sekuat tenaga (becanda, hapenya gak berat kok hehe) ternyata itu telfon dari kantor redaksi yang mengatakan kalo besok aku berhak ikut tes di Jl. Tebet Barat IV No. 3 Jakarta Selatan.

Awalnya sempat gak percaya dan gak yakin ini beneran dipanggil nih? Apa aku masih belum bangun alias mimpi di hari senin yang cerah itu (maklumlah namanya juga pengangguran, bisa tidur kapan saja xixi).
Kemudian tanpa pikir panjang lagi diambilah keputusan untuk On the way Jakarta dengan pikiran gak apa-apalah sekalian ngelamar ke perusahaan-perusahaan lain disana karena jadi reporter gak mungkin keterima.
Singkat cerita, tibalah di kota Jakarta sekitar pukul 10 malam.
Lanjut.....
Besok siangnya jam 11.00 WIB nih ceritanya udah sampai lah di kantor redaksi, duduk manis di meeting room bareng para kandidat lain nunggu tes dimulai.
Sepik-sepik kita-kita sesama para kandidat saling kenalan dan ngobrol. Ternyata mereka semua lulusan jurnalis, disitu aku langsung lemes rasanya pengen pulang ajalah kabur kalo gak inget Umi dan Ponakan yang udah bela-belain nganter ampe muter-muter nyari alamat kantor mah aku mau pulang aja pura-pura tipes kambuh (maklum waktu itu baru beberapa hari pasca sembuh dari tipes)
Untung saja akal sehat yang berhasil menang. Mari kita ikuti saja semua rangkaian test ini, itung-itung nambah pengalaman aja.
Ternyata soal-soal testnya WOW banget. 75 nomor soal-soal politik dan berita-berita terkini. Untung aja sering nonton dan baca berita jadi dikit-dikit ya taulah. Sisanya googling dengan kuota yang saat itu tinggal 49 Mb lagi dan batre HP yang udah mau habis.

Tidak cukup sampai disitu, masih ada tugas lainnya. Nulis berita dari isi pidato presiden dan membuat berita dari berita luar negri yang berbahasa inggris (koleng bingit men ini kepala tuing-tuing).
Gatau berapa jam dah kita semua ngerjainnya, dan waktu itu kebetulan aku yang beres duluan (ehem). Lalu aku keluar mau istirahat cari makan tadinya tapi ternyata di luar hujan deras sekali. Akhirmya cuma bisa duduk cengo sendirian depan kantor kayak anak hilang (kalo dipikir lagi waktu itu padahal aku nunggu di dalam aja gak usah duduk di luar kayak orang bego πŸ˜‚ ).
Teng pukul 14.00 WIB masuk lagi mau masuk tahap interview. Gak tanggung-tanggung diinterviewnya sama tiga orang sekaligus, Pak Didi, Pak Feri dan Pak Hery. Telapak tangan sama telapak kaki ampe dingin sedingin es saking groginya haduh mana diserang habis-habisan gara-gara gak punya basic jurnalis tapi pengen jadi reporter. Ya aku jelasin aja kalo aku seneng nulis dan pengen jadi penulis berita (pengen jadi penulis berita sepakbola sih sebenarnya). Sampai-sampai aku menceritakan dulu waktu SD pernah juara mengarang ke-dua se-kecamatan Cipatujah dan juga lomba baca puisi. Sebenernya masih banyak perlombaan lain yang aku menangkan tapi gak aku sebutkan karena takut dikira sombong (cieeeee).
Lalu mereka bertanya apa aku punya blog, kebetulah aku punya dan dulu suka iseng nulis di blog tapi isinya kebanyakan curhatan galau sih haha. yaudalah dikasih aja alamat blognya shakuyaa[dot]blogspot[dot]com
Akhirnya setelah mereka menceritakan suka duka jadi reporter yang lebih banyak dukanya daripada sukanya, aku justru malah semakin ingin jadi reporter.
Kemudian pak Hery waktu itu ngasih tantangan buat bikin liputan berita penggusuran di Bukit Duri yang waktu itu lagi ngehits. Maksimal hari jumat beritanya udah harus masuk ke e-mail beliau.
besoknya, tanpa menunda-nunda lagi aku berangkat ke Bukit Duri sendirian. Bayangin aja baru dua hari di Jakarta, gak tau jalan gak tau arah udah harus keluyuran nyari alamat dan yes akhirnya ketemu juga itu lokasi penggusuran tanpa nyasar. Alhamdulillah.
setelah tiba di lokasi, tiba-tiba langsung 'ngahuleung tarik' alias mikir keras di hadapan reruntuhan puing bangunan. apa yang harus aku beritakan? berita soal penggusuran pasti udah basi dan udah banyak diberitakan.
tiba-tiba ada seorang kakek tua melintas sambil mendorong gerobak tuanya yang penuh dengan besi, kemudian beliau berhenti dan duduk di bawah pohon yang rindang untuk berisitirahat. Dengan naluri kekepoan wartawan yang sudah mulai tumbuh di jiwa, aku menghampiri kakek itu. Lalu setelah mengobrol sebentar kemudian aku mendapatkan inspirasi untuk membuat berita tentang para pencari rejeki di bekas lokasi penggusuran.
seperti ini hasilnya:

.....
SEBONGKAH CERITA DARI RERUNTUHAN BUKIT DURI
Namanya pak Dasta, usianya 63 tahun sehari – harinya dia bekerja sebagai kuli bangunan. Kini, usai tempat tinggalnya di RT 12 RW 10 kelurahan Bukit Duri dirobohkan setiap harinya dia selalu datang ke lokasi bekas penggusuran untuk mencari batu bata diantara reruntuhan bangunan. “Ya lumayan walaupun harganya tidak seberapa buat bekal sehari-hari karena saya sepeser pun belum mendapatkan ganti rugi” kata bapak satu anak ini.
Batu bata yang dia jual harganya Rp. 250 per biji. Pak Dasta dengan sisa-sisa kekuatan di usianya yang tak lagi muda itu mengaku bisa mengumpulkan 100 sampai 200 biji batu bata setiap harinya. “Biasanya ada yang sengaja datang kesini beli batu bata ada juga yang minta dianterin nanti harganya ditambah ongkos jalan” ujarnya sambil membereskan batu bata hasil pencariannya hari itu.
Disinggung tentang bagaimana perasaannya setelah menjadi korban penggusuran, dia hanya bisa berkata “Saya sudah tinggal disini sejak tahun 2006, ya gimana lagi ikhlas gak ikhlas semuanya sudah terjadi, yang penting ke depannya Jakarta bisa benar-benar terbebas dari banjir sehingga pengorbanan kami semua warga Bukit Duri ini tidak sia-sia”.
Kini pak Dasta tinggal di sebuah rumah kontrakan di daerah Poncol, dia mengontrak bersama dua keluarga lainnya agar biayanya lebih murah sambil menunggu kejelasan nasib uang ganti rugi dan mengaku tidak tertarik untuk pindah ke Rusun Rawa Bebek tempat relokasi warga Bukit Duri.
Selain Pak Dasta, ada juga warga pribumi yang tidak menjadi korban penggusuran karena lokasi rumahnya tidak berada di sekitar bantaran kali Ciliwung yang kini mengais rejeki di lokasi penggusuran tersebut. Pak Dadang (37) mengaku telah berhasil mengumpulkan sekitar 500 Kg besi dari bekas bangunan-bangunan yang diruntuhkan. “Rame disini yang nyari besi pada rebutan, sekarang udah hampir habis saya sama tujuh orang teman saya cuma kebagian 5 kuintal dijual ke pengepul orang Madura” ungkapnya. Harga besi yang mereka jual dihargai Rp. 2.200 per Kg nya “harganya murah karena mereka tau ini dari bekas lokasi penggusuran” kata pak Dadang.
Pak Simah (70) warga Jatinegara kini setiap harinya mendorong gerobak tuanya ke lokasi bantaran kali Ciliwung untuk membeli besi dari warga yang pengumpul besi. “Saya biasa beli besi satu gerobak penuh harganya Rp. 75.000” ujarnya disela-sela waktu istirahatnya sambil duduk di bawah pohon yang rindang.
Tidak hanya batu bata ataupun besi yang mendatangkan rejeki dari lokasi penggusuran ini, para pencari kayu bakar pun kecipratan hoki. Mereka biasanya bisa sampai tiga kali bolak – balik ke lokasi untuk mencari kayu. Kayu dihargai Rp. 25.000 – Rp. 35.000 per gerobaknya.
Kini di lokasi penggusuran Bukit Duri ini setiap harinya kita bisa melihat b
anyak gerobak yang terparkir dan orang-orang yang mencari sisa-sisa yang bisa dijual dari reruntuhan bangunan. Karena dibalik sebuah penderitaan selalu ada hikmah yang bisa kita ambil, meskipun derita warga korban penggusuran sangat besar, dibalik itu ada sebagian orang yang bisa mengais rejeki diantara reruntuhan bangunan yang telah hancur karena dihantam oleh alat berat.
Dan semoga dengan digusurnya warga-warga di sekitar bantaran kali Ciliwung ini bisa benar-benar menjadikan Jakarta bebas dari banjir atau setidaknya bisa meminimalisir banjir yang kerap terjadi, seperti apa yang diharapkan oleh Pak Dasta dan semua warga Jakarta pada umumnya. Terimakasih warga Bukit Duri, semoga kepergian kalian dari tempat yang sudah lama menjadi tempat kalian menjalani hidup bisa membawa Jakarta ke arah yang lebih baik lagi. Derita kalian, derita kami semua juga. Yakinlah, jika kita ikhlas ketika kehilangan sesuatu, maka Tuhan akan menggantinya dengan yang lebih baik lagi. Tetap semangat dan semoga bahagia di tempat yang baru.
.....
Dan meluncurlah laporan berita tersebut ke e-mail pak Hery.
singkat cerita, selasa 11 Oktober ada telfon dari kantor redaksi tapi tidak sempat diangkat karena HP nya disimpan di tas, waktu itu aku lagi di kereta mau ke mamah di Bogor. kemdian ada SMS masuk dan ya itulah akhir dari cerita ini dan awal dari kehidupan baruku.

intinya, jangan takut untuk bermimpi. bermimpilah setinggi-tingginya karena bermimpi itu gratis gak pake tarif. gantungkanlah cita-citamu setinggi langit, seandainya jatuh pun kita masih berada diantara bintang-bintang. dan pekerjaan yang baik itu memang hobi yang dibayar. Alhamdulilah, hobi jalan-jalan, hobi nulis dan hobi nanya sama hobi ngomong ini sepertinya memang cocok di profesi ini seperti yang banyak teman-teman bilang. semoga pekerjaan ini membawa berkah serta manfaat untuk orang banyak. amin.
Read more...

Jumat, 24 Juni 2016

Skripsweet or Skripshit ?




here we go.... akhirnya ini dia SKRIPSI aku udah jadi udah beres dan tentu saja udah di ACC, tinggal dipertanggungjawabkan di sidang wisuda nanti hehe.
ini tuh bisa dibilang SKRIPSWEET bisa juga disebut SKRIPSHIT karena because dalam proses pembuatannya banyak sekali hal-hal yang terjadi dari mulai kejadian yang bikin hepi sampe kejadian yang bisa dibilang tragedi, hiks :'(
enam bulan sudah aku berkutat dengan yang namanya "menyusun skripsi" dari mulai pengajuan judul di bulan januari dan sempat ditolak karena ternyata judul yang aku ajukan bisa dibilang "susah" dan "rumit" dan akhirnya dengan semangat yang jujur saja udah ngedown di awal aku berusaha lagi mencari tiga buah judul untuk diajukan hingga akhirnya inilah dia judul yang di ACC sekarang udah jadi sebuah skripsi utuh dengan judul "PENGARUH PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN MISSOURI MATHEMATICS PROJECT (MMP) TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KREATIF MATEMATIS SISWA" sumpah gak nyangka banget ternyata judul yang ditulis asal-asalan lah yang di ACC dan akhirnya dengan perasaan sedikit shock dan was-was dan ditambah badan jadi lemas aku pun berusaha mencari tahu apa itu MISSOURI MATHEMATICS PROJECT dan ternyata aduhai nyari referensi sangat sulit banget. nyari bukunya gak nemu-nemu, cuma nemu jurnal dan skripsi orang aja. okey, gak cukup cuma itu saja kendalanya ternyata sodara-sodara....... kemampuan berpikir kreatif matematis termasuk salahsatu tingkat berpikir yang divergen alias tidak biasa alias tingkat tinggi yang mana artinya soal-soalnya juga harus berkriteria minimal "sedang" hemmmmmmmm. singkat cerita proposal skripsi sudah selesai dibuat dan diujiankan pada hari sabtu tanggal 05 Maret 2016. alhamdulillah sejauh ini semuanya berjalan lancar dan semua kesulitan bisa aku hadapi dan atasi sendiri. nah lanjut deh ke tahap selanjutnya, berhubung ini penelitian pendidikan jadi setelah sidang proposal gak bisa santai-santai langsung nyusun instrumen penelitian berupa kisi-kisi soal ujicoba, soal-soal ujicoba, RPP, bahan ajar dan segala tektekbengeknya yang tidak bisa dituliskan satu persatu karena takutnya jari-jari aku kelelahan untuk mengetiknya, muehehehehhhhhe.
okey, bikin instrumen penelitian pun akhirnya selesai sudah, kini saatnya kita cus ngeng penelitian ke Sekolah Menengah Pertama (SMP) kelas VIII materi kubus dan balok. oh my god ternyata cobaan masih harus ku hadapi, sekolah yang tadinya akan aku jadikan tempat penelitian ini (nama sekolah disensor) guru mitranya musingin banget kayak mempermainkan aku banget, aduh bu aku tuh gak bisa diginiin (hiksssssssss T_T) dan akhirnya dengan waktu yang sudah mepet pet pet banget aku langsung banting setir nyari sekolah lain yang ternyata di Ciamis udah pada penuh semua sama yang penelitian. tak kehabisan akal aku coba menghubungi sodara aku di kampung halaman sana yang kebetulan seorang guru di salahsatu sekolah dan bertanya apakah sekiranya aku bisa melakukan penelitian tersebut, dan yeaaaaaaay akhirnya walopun jauh banget aku pun langsung berang-berang makan cokelat berangkat hari itu juga untuk penelitian ke Cipatujah sana, wow jauh anettttt -___-.
dan tibalah akhirnya waktu penelitian, untung anak-anaknya pada baik semua gak ada yang menyulitkan, semua pihak dari mulai pihak sekolah sampe anak-anak yang jadi subjek penelitian semuanya mendukung penelitian ini hingga akirnya penelitian ini berjalan dengan kondusif dan sebagaimana mestinya. setelah hampir dua minggu melakukan penelitian langsung cus ngiung kembali ke Ciamis, siap-siap mengolah data dan menyusun proposal menjadi BAB 1,2 dan 3 skripsi. lepas tu, mulailah disusun BAB 4 yang prosesnya sangat lamaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa banget karena dosen pembimbingnya bilang harus gini harus gitu, ya walopun agak menyusahkan karena banyak keinginan dan bimbingannya lama tapi terimakasih banget lo Pak aku puas banget sama hasil kerja aku yang amazing ini seperti kata Bapak "bimbingan sama bapak mh susah ya, tapi bapak yakin nanti kamu bakalan puas banget sama hasilnya yang pasti beda dari yang lain" kata-kata itu selalu terngian dan akhirnya terbukti benar pada akhirnya.
tak hanya itu, selama rentang waktu penyususnan skripsi dari januari - juni ini banyak sekali kejadian-kejadian yang aku alami yang sedikit banyak juga berpengaruh pada proses pembuatan skripsi ini. dari mulai masalah percintaan, persahabatan sampe masalah keluarga. memang semua tak akan ada yang berjalan mulus seperti yang kita inginkan, akan selalu ada tanjakan, turunan dan jalanan terjal yang harus kita lewati dan yuppppp alhamdulillah semua itu bisa dan sudah aku lewati.
terimakasih buat semua pihak yang sudah membantu, dosen-dosen, teman-teman seperjuangan, perangkat sekolah SMP N 5 Cipatujah, dan tentunya Mamah selaku orang tua satu-satunya yang ku miliki terimakasih buat semua doa, dukungan, semangat serta pengorbanannya mah, aku janji bakalan jadi orang sukses yang bisa membuat mamah bangga ketika berkata "dia adalah anakku" :)
dan ada seseorang yang mungkin tak seharusnya kusebutkan karena dia sudah bukan siapa-siapa aku lagi, tapi aku harus dan patut berterimakasih juga padanya yang sehari-hariny selalu menemani dan menyemangati, udah bikinin motto skripsi aku juga dan namanya sudah terlanjur tertulis di halaman skripsiku (ahsudahlahhhhhhhhhhhhhhhhhh stop jangan dibahas aku jadi baper :'( ) pokoknya terimakasih. terimakasih, tanpa kalian aku mungkin tak akan sampai pada tahan ini. just one more step, tinggal selangkah lagi menuju koma di belakang nama. wish me luck. amin :)


Read more...

That is Who I Am



Who am I, you ask?
I am made from all the people I’ve encountered and all the things I have experienced.
Inside, I hold the laughter of my friends,
The arguments with my parents,
The cattering of young children,
And the warmth from kind strangers.
Inside, there are stitchings from cracked hearts,
Bitter words from heated arguments,
Music that gets me through,
And emotions I cannot convey.
I am made from all these people and moments.

That is who I am.
Read more...

Senin, 30 Mei 2016

Novel Lost & Found


            Iseng-iseng daripada gak ada kerjaan nungguin 25-30 menit masker kering ya mending baca novel, pengennya sih nyanyi-nyanyi sambil joged-joged tapi kan gak mungkin huhuuu >.<
            Kebetulan lagi punya novel baru yang dibeli beberapa hari yang lalu dengan harga yang cukup murah (maklum beli di bazar buku gitu deh) mari kita mulai baca novel ini yang berjudul “Lost & Found” karangannya Sisca Spencer Hoky. Bukan kok ini bukan novel terjemahan ini asli novel buatan orang Indonesia.
            Seperti biasa aku kalau liat novel pasti suka liat belakangnya dulu, setelah lihat judul depannya tentunya. Jujur aja pertama naksir novel ini karena di depannya ada tulisan KEHILANGAN, aku yang waktu itu kebetulan baru saja kehilangan seseorang dalam hidupku (hiks) jadi tertarik pengen baca ini ya siapa tau aja abis baca novel ini aku bisa jadi dapat ilham atau hidayah supaya ikhlas merelakan dia yang telah hilang dari kehidupanku ini (cieeeeeeeeee).
            Seperti apa yang tertulis di novel ini, “Losing is not the end of things. Losing is a brand new start. When everything seems to be in a hopeless state, hope will rise. When someone you once consider as everything has gone, a better someone will come to replace it.”
            Kau, apa jadinya bila kau tak hadir dalam hidupku? Mungkin, aku masih terkungkung dalam ketidakpastian. Terpenjara di dasar luka dan berteman dengan hati yang patah sepanjang waktu. Namun, saat kau datang, hariku menjadi lebih indah. Sejuta kebahagiaan merasuk dan membuat hatiku bersinar. Bagai gemintang yang perna kita saksikan di tempat kenangan. Denganmu, hatiku penuh kesan. Denganmu, kurasakan getaran dahsyat yang tak pernah bisa kusadari artinya. Namun, saat menyadari segalanya, kau telah pergi meninggalkan penyesalan dan hatiku yang kembali patah untuk kedua kalinya. Jika waktu sudi mengabulkan harap, kuingin kesempatan bersamamu, sekali lagi…….
            Jadi intinya setelah selesai membaca novel ini bukannya dapat ilham dan kekuatan untuk melupakan seseorang yang ada aku malah merasa tersindir hihi. Intiya sih ya ketika kita sedang berusaha melupakan seseorang jangan sampai menutup kesempatan orang lain buat masuk ke dalam hidup kita. Sesakit apapun luka yang telah diberikan oleh dia yang sedang ingin kamu lupakan, jangan sampai matamu tertutup untuk melihat kebahagiaan yang sudah ada di depan mata. Jangan sampai menyesal dan merasa kehilangan ketika dia sudah pergi dan menjadi milik orang lain.
            Udah dulu ah jadi baper pengen minta maaf sama dia, dia yang pernah aku sia-siakan karena aku yang belum bisa melupakan dan kini sudah bahagia bersama orang lain. Maafkan daku hahahahaaa :p
            Karena move on sama pelampiasan itu beda tipis, jangan sampai salah mempercayakan hatimu pada seseorang dan ingatlah, KEHILANGAN ITU BUKANLAH AKHIR DARI SEGALANYA tapi kehilangan itu merupakan awal, awal baru untuk MENEMUKAN yang jauh lebih baik dari apa yang telah kamu ikhlaskan.

Read more...

Sabtu, 28 Mei 2016

UAS Terakhir di Jenjang Strata 1 (20 Januari 2016)

Gak kerasa yaa tinggal menghitung bulan kita wisuda, rasanya baru kemarin kita diospek berangkat pagi-pagi buta pake tas kresek, kaos kaki belang² sebelah kanan yang kiri abu², tali sepatu beda warna, kepala diikat pita kayak orang mau orasi perang, dan seabreg persyaratan lainnya yang susah dicari karena warna kita abu², warna yang kurang umum dipake barang² πŸ˜‚πŸ˜‚ 7 semester sudah kita lalui bersama, suka duka di dalam maupun di luar kelas tak terhitung banyaknya sudah kita hadapi. Mulai dari mengerjakan tugas mulai dari yang gampang, gampang² susah, susah sampe yang ribet bareng. Momen contek mencontek masal sudah sering kita lalui, ujian leher sampe pegel karena tengok sana tengok sini hingga ujian yang gak bisa nyontek bahkan buat bernafas pun rasanya susah pun sudah pernah kita alami, ngerjain tugas semalam sebelum dikumpulin sudah jadi tradisi & budaya. Dari mulai yang masuk kelas selalu paling rajin sampe yang sering kesiangan & kesiangan banget, yang suka berisik dan jarang ngomong, yang sering bertanya sampe yang gak pernah nanya sekalipun di kelas itu ada dan kita semua tetap satu kesatun (merdeka!!) Bahkan yang sempat cinlok pun ada (ehmaaf curhat dikit) juga ada bangetttt hihi. Semua cerita yang pernah kita lalui bersama akan selalu ada disini, di hati kita. I love u all
Read more...

Sidang Kompre (jumat, 27 Mei 2016)


Finally tahap yang paling 'horor' sudah kita lewati, tinggal satu tahap lagi proses menuju koma di belakang nama. Semangat πŸ‘πŸ‘
Add caption
Read more...