Pages

Sabtu, 08 April 2017

Review Asal-Asalan Drama Korea Voice

Akhirnya khatam juga nonton drakor Voice, udah beberapa minggu yang lalu sih cuma baru bisa posting sakarang di blog. Nonton drakor yang bergenre thriller detective dan pembunuhan serta yang banyak banget adegan extremnya ini mesti marathon, kalau gak, gak bisa tidur karena penasaran (huhu).

Tentang Voice sendiri, aku pribadi baru kali ini nonton drakor genre detective gini sampe berkali-kali nutup mata karena gak kuat ngilu liat kepala orang diremukin pake bola besi dan adegan lainnya yang bikin ngilu.

Secara garis besar sih, ini seperti drakor detective pada umumnya dimana ada salah satu anggota keluarga (istri atau anak atau ortu) si detective yang dibunuh oleh psikopat gila dan akhirnya dia akan terus memburu psikopat tersebut yang biasanya merupakan orang yang berpengaruh dan punya kuasa (biasanya konglomerat) dan di dalam kepolisiannya pasti si kepala polisi atau jaksanya tuh kena suap sehingga mereka berlaku tidak adil.

Disini, kebetulan istrinya uri detective yang diceritakan meninggal karena dibunuh oleh psikopat gila yang sadis.

Semenjak istrinya meninggal, si tokoh utama (maaf lagi agak ribet nulis nama orang Korea wkwk) berjuang mati-matian untuk mengungkap tabir dibalik kematian anaknya.

Nah, dalam perjalanannya menguak tabir tersebut, banyak kasus-kasus yang menyertai dan ternyata saling berkaitan.

Yang menarik disini, sesuai judulnya, si tokoh utama wanitanya punya kemampuan khusus yakni bisa mendengar suara-suara yang tidak lazim didengan oleh orang lain. Dengan kemampuannya tersebut, ia dan pasukannya tim Golden Time berhasil menangkap semua penjahat yang berasal dari aduan korban lewat panggilan darurat 112.

 Tapi bedanya, di Voice gak ada sedikitpun unsur asmara, jadi selama 16 episode full sport jantung dan menguras otak ikut berpikir gimana caranya biar bisa meringkus si penjahat !!!!

Buat yang belum nonton, disarankan buat nonton dijamin gak akan nyesel deh. Banyak hal baru yang bisa menambah wawasan kita dalam bidang kepolisian di sini.

0 komentar:

Posting Komentar