Pages

Jumat, 23 Oktober 2015

Aku Harus Hemat

10/09/2015 13.05 wib


Hari ini ada hal yang membuat hatiku bergetar pilu tak karuan setelah tadi pagi sempat berbincang sebentar dengan seorang teman. Dia adalah teman sekelas kuliah dari sejak tahun 2012 silam, secara tidak sengaja tadi pagi kami mengobrol tentang borosnya uang bekal semenjak PPL karena banyaknya pengeluaran ini itu. Kemudian dia bercerita tentang bekalnya yang dari semester satu sampai sekarang semester 7 yang Cuma 200.000 per dua minggu karena dia pulangnya dua minggu sekali. Setelah aku bertanya bagaimana cara dia mengatur pengeluaran, diapun bercerita kalau biaya untuk makan sehari tidak boleh lebih dari 10.000, berarti kalau dua minggu biaya makan adalah 14 x 10.000 = 140.000 yang berarti masih ada sisa 60.000 dari bekalnya. Tau sendiri dong pengeluaran mahasiswa itu bukan Cuma urusan perut, tapi banyak sekali ini itunya. Harus motokopi inilah, harus ngeprint itulah, harus ngejilid tugas, harus bayar udunan ini udunan itu, belum lagi beli pulsa, beli sabun, sampo, odol, deterjen buat nyuci, beli kosmetik bedak DLL uang 60.000 untuk dua minggu mana cukup. Belum lagi dari uang 60.000 itu harus disisihkan untuk ongkos pulang sebesar 30.000, jadi sisa cadangan uang untuk keperluan lain – lain selain makan adalah 30.000. karena uang 30.000 untuk dua minggu itu tidak akan cukup, maka dia menyisihkan 2000 atau 1000 setiap harinya dari uang makan, kebayang doang uang makan 10.000 per hari aja rasanya tidak akan cukup dan itu masih harus disisihkan lagi sebagian. Rasanya aku pengen nangis mendengar ceritanya, aku gak nyangka di jaman sekarang ternyata masih ada orang yang seprihatin dia soal mengatur pengeluaran. Aku kira selama ini Cuma aku yang bekalnya paling sedikit dan kadang tidak cukup sampai waktu yang sudah dijatahkan, tapi ternyata ada yang bekalnya lebih sedikit dari aku tapi bisa memanage pengeluarannya dengan sangat teliti dan sistematis. Dia bilang kalau pengen sesuatu itu harus nabung dulu dari beberapa bulan sebelumnya makanya dia jarang beli baju, dalam hati aku berkata aku juga jarang beli baju tapi entah kenapa bekal tetap saja selalu habis. Sekarang aku memutuskan untuk mengikuti cara hidup hemat seperti temanku itu, aku pasti bisa !

0 komentar:

Posting Komentar